Nature & Culture Field Trip Toraja
Minggu, 19 Februari 2023
Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan bupati Bernama Ir. Nico Biringkanae. Ibu kota kabupaten ini adalah makale. Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan. Kabupaten Tana Toraja yang beribukota di Makale secara geografis terletak di bagian Utara Provinsi Sulawesi Selatan yaitu antara 2° - 3° Lintang Selatan dan 119° - 120° Bujur Timur, dengan luas wilayah tercatat 2.054,30 km2 persegi.
Halo perkenalkan saya Rezky Auliya dari program studi Usaha Perjalanan Wisata kelas 2B. Pada tanggal 19 Februari saya melakukan Tour ke Tana Toraja. Untuk sampai di Tana Toraja kita membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 11 jam lamanya dengan melewati 5 Kabupaten dari Makassar, yaitu Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare dan Kabupaten terakhir sebelum masuk ke Toraja yaitu Enrekang.
Day 1
Kami berangkat pada pukul 07.39 dan memasuki area Maros pada pukul 08.20. Selanjutnya, pada pukul 09.20 kami tiba di Pangkep dan memasuki Kabupaten Barru. Lalu kami singgah untuk lunch di Rumah makan Arum Pala Barru.
Rumah Makan Arum Pala Barru
Kami melakukan site inspection disana dan menghabiskan waktu selama 3 jam lamanya, mulai dari pukul 10.39-12.44. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan lalu singgah untuk sholat di salah satu mesjid yang ada di Barru. Setelah sholat, kami melanjutkan perjalanan ke pare-pare, sidrap, lalu enrekang. Di kabupaten enrekang kami singgah untuk menikmati kopi/teh di cafe sulis sambil menikmati indah nya pemandangan gunung nona.
Gunung nona, Enrekang
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami ke toraja.
Pada pukul 18.11 kami sudah memasuki area toraja, dan melanjutkan perjalanan ke hotel sahid.
Kami tiba di hotel sahid pada pukul 19.01
Setelah itu, kami dinner di hotel sahid pada pukul 19.20.
Makan malam di hotel Sahid
Setelah makan dan evaluasi, kami ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Day 2
Sahid Hotel
Kami memulai hari ini dengan breakfast terlebih dahulu pada pukul 07.00-08.00.
Breakfast at sahid hotel
Setelah breakfast, kami memulai perjalanan kami ke buntu burake dengan waktu tempuh 20 menit dari hotel sahid.
Setelah beberapa menit di perjalanan, kami singgah untuk berfoto ria terlebih dahulu di kota makele, lembang palipu.
kota Makele, Toraya mala’bi
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami ke buntu burake. Buntu burake merupakan salah satu patung tertinggi di dunia loh! disana wisatawan dapat menikmati view kota makele dan gunung-gunung yang sangat indah yang mengelilingi kota toraja.
Buntu Burake, Toraja
Setelah menikmati indah nya pemandangan buntu burake, kami melanjutkan perjalanan ke lemo.
Batu Lemo Toraja merupakan sebuah kubur batu yang menjadi pemandangan eksentrik yang menyatu bersama hamparan sawah yang menghijau. Batu Lemo merupakan kuburan yang dibentuk di dinding bukit dan awalnya khusus diperuntukan bagi bangsawan suku Toraja.
Rumah Tongkonan Toraja
Lemo, Toraja
Setelah melakukan site inspection di lemo, kita melanjutkan perjalanan ke suaya. Suaya adalah kuburan Raja-raja Sangalla. Kuburan ini berada di satu sisi dinding bukit cadas yang dipahat dan dibentuk kantung-kantung. Patung-patung (tau-tau) para raja dan keluarga raja diberi pakaian seperti pakaian saat mereka hidup dulu.
Setelah itu, kami melanjutkan dengan soft tracking ke tampang allo. Tampang Allo merupakan salah satu situs pemakaman tua di Tanah Toraja. Tempat pemakaman ini berupa gua yang berisikan peti mati tua dan tengkorak tengkorak para Bangsawan Toraja. Di dalam gua ini, kita dapat melihat Tau Tau, tengkorak,peti mati yang sudah berumur sekitar 200 tahun.
Tampang allo, Toraja
Setelah itu, pada pukul 11.30 kami menuju ke Panorama Restaurant untuk lunch, site inspection serta melaksanakan sholat.
Lunch at Panorama Restaurant
Setelah lunch, kita melanjutkan perjalanan ke Londa.
Londa Tana Toraja merupakan makam unik khas Toraja yang berada di sebuah bukit dan berbentuk goa. Di dalam goa anda bisa menemukan peti mati, tengkorak, dan tulang belulang yang sudah berumur hingga ratusan tahun.
Londa, Toraja
Setelah melakukan site inspection di londa, kami melanjutkan perjalanan ke Pallawa. Tempat wisata Tana Toraja kali ini merupakan kawasan desa yang bersejarah, tempat di mana rumah adat Tongkonan, rumah adat khas Sulawesi Selatan, yang paling tua di Tana Toraja dan masih terjaga hingga sekarang.
Pallawa, Toraja
Dan ya pallawa merupakan destinasi terakhir yang kita kunjungi hari ini. Setelah melakukan site inspection di pallawa, kami pun menuju ke batu tumonga untuk check in.
Setelah check in, site inspection dan sholat maghrib kami pun melakukan dinner.
Dinner at Montirotiku Batu Tumonga
Setelah dinner dan evaluation, kami pun bergegas ke guest house untuk beristirahat.
Day 3
kita memulai hari ini dengan visit ke lokomata.
Loko mata adalah kuburan alam yang terletak di toraja. Liang lahat Loko mata terbuat dari batu yang dipahat. Loko mata berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.Loko mata juga merupakan adat yang unik dimana orang yang meninggal akan dikuburkan didalam batu.
Lokomata, Toraja
Setelah itu kami kembali lagi ke hotel untuk breakfast dan bersiap siap untuk tracking.

Breakfast at montirotiku
Setelah breakfast kami melakukan luggage down, lalu tracking ke lempo.
take a picture before tracking
Lempo, Toraja
Setelah itu, kita melanjutkan perjalanan ke Bori.
Bori Parinding merupakan kompleks kuburan liang batu dan rante atau tempat upacara kematian Rambu Solo yang terletak di Desa Bori, Kecamatan Sesean, Toraja Utara.
Bori, Toraja
Leave bori ke baby grave
Pemakaman bayi pada sebatang pohon dalam bahasa Toraja disebut Passilliran. Tradisi ini pun hanya dilakukan oleh masyarakat Toraja yang menganut Aluk Todolo (kepercayaan terhadap leluhur).
Menurut masyarakat Toraja, bayi yang masih berusia 6 bulan merupakan bayi yang masih suci dan tanpa dosa, sehingga harus dimakamkan dengan cara yang khusus pula. Pohon tarra sengaja dipilih sebagai tempat menguburkan bayi karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu (ASI).
Baby Grave
Setelah itu, kami lanjut ke Salebayu Restaurant untuk lunch.
Salebayu Restaurant
Setelah lunch, kami melanjutkan perjalanan kami ke kete’ kesu
Kete Kesu adalah salah satu desa adat yang banyak menyimpan cerita dan sejarah Tana Toraja, dari mulai rumah adat serta makam kuno ada di sini.
Kete kesu
Setelah itu, kami ke todiTodi shop adalah toko kerajinan, oleh-oleh khas Toraja dan juga workshop pembuatan tenun ikat tradisional. Yang menyediakan berbagai jenis kerajinan khas Toraja.
Setelah itu, kami lanjut ke topao yaitu tempat Untuk mencari oleh-oleh khas Toraja sekaligus sebagai pusat kuliner di Kabupaten Toraja Utara.
Topao
Setelah berbelanja di topao, kami kembali ke hotel sahid untuk check in.Setelah check in, kami bersiap siap untuk dinner.
dinner dengan menggunakan batik
Dinner at Sahid Hotel
Setelah dinner dan evaluation, kami pun ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Day 4
Hari ini merupakan hari terakhir kami di toraja. Pada pukul 05.00-06.00 kami melakukan luggage down dan pada pukul 06.05 roda sudah berputar.
Dan pada pukul 06.48 kami sudah berada di perbatasan toraja-enrekang.
dan pada pukul 08.20 kami singgah di cafe sulis enrekang untuk breakfast.

Gunung nona, enrekang
Setelah breakfast, kami melanjutkan perjalanan. Dan pada pukul 11.56 kami singgah di Kupa Beach Restaurant, Barru untuk lunch.
Kupa Beach Restaurant
Setelah makan siang dan site inspection disana, kami melanjutkan perjalanan dengan melintasi beberapa kabupaten. Dan kami tiba kampus Politeknik Pariwisata Makassar pada pukul 17.11.
Tour Toraja 4D 3N end!